BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Rumah
Pemotongan Ayam (RPA) sangatlah prospek karena menyangkut daging ayam yang
sering dikonsumsi masyarakat kita dan tiap harinya pasti habis,berbeda dengan bisnis
yang lain.Jaminan kualitas ayam yang dipotong dirumah pemotongan unggas jauh
lebih baik kualitas aman,sehat,utuh dan halal.
Mengistirahatkan ternak sebelum disembelih ada 2 (dua) cara, yaitu
dengan dipuasakan dan tanpa dipuasakan. Pemuasaan dilakukan agar (1) diperoleh
bobot tubuh kosong (BTK), yaitu bobot tubuh yang telah dikurangi isi saluran
pencernaan, saluran kencing dan empedu, (2) mempermudah proses penyembelihan
terutama bagi ternak yang agresif atau liar (Soeparno, 1994). Sedangkan pengistirahatan
ternak tanpa pemuasaan adalah agar (1) ternak tidak mengalami stres dan (2)
ketika disembelih ternak mengeluarkan darah sebanyak mungkin karena lebih kuat
meronta, mengejang atau berkontraksi sehingga darah yang dikeluarkan akan lebih
sempurna (Soeparno, 1994).
Berkenaan dengan kesiapan ternak untuk siap disembelih maka
beberapa hal perlu diperhatikan sebelum ternak disembelih. (1) Ternak harus
diistirahatkan secukupnya dan tenang sesaat menjelang eksekusi, (2) ternak
harus dihindarkan dari tekanan dan perlakuan menyakiti, dan (3) ternak harus
dalam keadaan sehat. Ternak yang cukup istirahat dan tenang sebelum
penyembelihan diharapkan akan mendapatkan kualitas karkas/daging bermutu tinggi
dibandingkan dengan ternak yang sebelum penyembelihan dalam kondisi kelelahan
dan mendapat tekanan (stres). Ternak yang kelelahan dan stres memiliki cadangan
glikogen yang rendah sehingga berpengaruh pada proses pengeluaran darah,
meronta, dan rigor mortis.
Lamanya
waktu mengistirahatkan ternak berbeda-beda tergantung dari spesies, tipe ternak
dan kondisi atau tingkat kelelahannya, misalnya dari perjalanan (pengakutan)
menuju tempat pemotongan yang jauh, dan lain sebagainya. Namun demiian biasanya
cukup antara 12 – 24 jam. Perlunya ternak diistirahatkan adalah agar (1) ternak
tidak mengalami stres, (2) cukup tersedia cadangan energi sehingga proses
rigormortis dapat berlangsung secara sempurna, dan (3) pada saat disembelih
darah yang keluar sebanyak mungkin.
Salah satu tempat permintaan daging ayam broiler adalah rumah
potong ayam (RPA). Peningkatan frekuensi maupun kuantitas permintaanayam hidup
maupun berbentuk karkastermasuk salah satunya perdagangan ayam ras terus
terjadi pada era perdagangan global.
Keadaan tersebut berdampak
pada tingginya risiko masuk terbawa dan tersebarnya hama dan penyakit ternak ke
karantina dari suatu wilayah ke wilayah lain, termasuk karantina di rumah
potong ayam, sehingga menuntut kesiapan fungsi Karantina ternak yang ada di RPA
yang merupakan garda terdepan dalam pencegahan dan penolakan penyakit. Selain
risiko atas penyakit yang mungkin masuk ke RPA, maka perlu diperhatikan juga
pengawasan terhadap ternak yang masuk ke RPA, dimana hal ini berkaitan dengan
jaminan terjaganya kualitas kesehatan ternak dalam rangka menjamin kepercayaan konsumen
terhadap karkas yang dihasilkan dari rumah pemotongan ayam tersebut.
Hal penting lain yang perlu dilakukan sebelum ternak disembelih
adalah melakukan pemeriksaan ternak (pemeriksaan antemortem). Menururt Soeparno
(1994) bahwa pemeriksaan antemortem dimaksudkan (1) untuk mengetahui ternak
yang cidera sehingga diprioritaskan untuk disembelih terlebih dahulu dan (2)
untuk mengetahui ternak-ternak yang sakit sehingga disembelih secara terpisah.
Pemeriksaan ante-mortem ini sangat penting dilakukan karena
merupakan salah satu proses pencegahan penyakit terhadap konsumen. Dalam hal
ini "pemeriksa" harus memiliki pengetahuan mengenai kesehatan
masyarakat dan juga cukup berpengalaman dalam menangani ternak-ternak yang akan
dipotong.
Saat ini proses karantina ternak yang berada di sebuah RPA banyak
yang tidak mementingkan kesejahteraan hewan. Kesejahteraan hewan merupakan
usaha yang dilakukan manusia untuk memeliharahewan ternak yang
meliputikelestarian hidupnya disertai dengan perlindungan yang wajar.Adanya isu
yang mengenai kesejahteraan hewan ternak khususnya ayam potong merupakan salah
satu hambatan dalam proses perdagangan bebas yang berada di pasaran. Isu
tersebut seperti banyaknya pengiriman hewan ternak yang tidak dilakukan dengan
prinsip kesrawan, merupakan hal yang memberikan banyak keburukan bagi hewan
ternak, bahkan lebih jauh lagi berdampak dalam keberlanjutan usaha bagi
industri peternakan sebagai akibat dari kehilangan atau kerugian dari produksi
ternak tersebut.
Untuk itu peran karantina di sebuah RPA yaitu tempat dimana untuk
mencegah masuknya dan tersebarnya hama dan penyakit atau organisme pengganggu
dari luar wilayah yang tempat pemotongan ayam tersebut. Sebelum ternak ayam
dipotong, karantina berperan dalam memeriksa kondisi ayam yang akan dipotong.
Pemeriksaan tersebut seperti pemeriksaan antemortem dimana Pemeriksaan ante
mortem adalah pemerikssaan yang dilakukan sebelum hewan dipotong. Tujuan dari
pemeriksaan ini adalah membedakan hewan yang berpenyakit menular, hewan yang
berpenyakit tapi tidak menular maupun hewan yang sehat.
Pemeriksaan ini juga diharapkan dapat mengetahui ada atau tidaknya
gejala abnormal pada hewan yang akan disembelih tersebut, memberikan kesempatan
kepada hewan untuk beristirahat sehingga dapat memberikan kualitas daging yang
lebih baik, mencegah kemungkinan terkontaminasinya daerah pemotongan,
kontaminasi peralatan, personal, asal hewan sakit dan sebagai informasi bagi
keperluan pemeriksaan selanjutnya, diagnosa serta pengambilan keputusan
terhadap karkas yang akan diamati dan diperiksa oleh petugas yang berwenang di
RPA tersebut. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah mengidentifikasi dan
menyingkirkan pemotongan ternak-ternak yang terkontaminasi/terserang penyakit
terutama penyakit yang dapat menulari manusia yang mengkonsumsinya.
Selain itu masalah ternak selama proses transportasi mempengaruhi
penyusutan bobot badan ternak ayam sebelum sampai ke RPA. Semakin lama
ternak ayam berada di jalanan selama proses distribusi,
hampir pasti makin banyak pula risiko yang ditanggung, termasuk penyusutan
bobot.Mengirimkan ternak ayam dari daerah tidak sama dengan mendistribusikan
barang konsumsi. Hal ini disebabkan ada risiko-risiko alam yang tidak bisa
diprediksi. Seperti ayam stres atau mati. Walaupun di tiap titip daerah ada
semacam karantina untuk memastikan kesehatan ternak, tetap saja risiko itu tak
bisa hilang seratus persen. Penyusutan bobot badan selama transportasi
diakibatkan oleh : Hal ini dapat terjadi karena ayam mengeluarkan kotorannya
selama perjalanan dan susutnya air tubuh melalui penguapan sebagai akibat suhu
lingkungan yang panas. Oleh karena itu apabila waktu pengangkutan ayam merasa
kepanasan dan stres, sebaiknya diberi percikan air untuk mengurangi cekaman
panas. Kematian ternak selama transportasi, umumnya terjadi karena crates atau
keramba ayam diisi terlalu padat, kondisi ayam yang kurang sehat,kepanasan
waktu transportasi, penanganan yang kurang baik waktu perjalanan
Selain itu masalah yang ditimbulkan yaitu adanya kerusakan
bagian-bagian tubuh. Persentase kerusakan bagian tubuh yang paling besar yaitu
waktu terjadi transportasi yang kurang hati-hati. Kerusakan bagian tubuh secara
keseluruhan biasanya sekitar 9 – 12% untuk sekali pengangkutan. Pada saat
menyekat ruangan kandang sebaiknya disesuai dengan jumlah ayam yang akan
ditangkap atau dipanen. Sebagai contoh: apabila dalam satu kandang kapasitas
ayamnya sebanyak 5.000 ekor dan yang akan ditangkap atau dijual hanya 1.000
ekor, maka dalam memasang kawat atau pagar penyekat hanya untuk ayam 1.000 ekor
saja. Hal ini bertujuan untuk menghindari agar ayam tidak merasa stres selama
di transportasi maupun di karantina.
BAB
III
KESIMPULAN
Hal yang perlu diperhatikan sebelum ternak disembelih. (1) Ternak
harus diistirahatkan secukupnya dan tenang sesaat menjelang eksekusi, (2)
ternak harus dihindarkan dari tekanan dan perlakuan menyakiti, dan (3) ternak
harus dalam keadaan sehat. Perlunya ternak diistirahatkan adalah agar (1)
ternak tidak mengalami stres, (2) cukup tersedia cadangan energi sehingga
proses rigormortis dapat berlangsung secara sempurna, dan (3) pada saat
disembelih darah yang keluar sebanyak mungkin.
Karantina di rumah potong ayam sangat perlu dilakukan karena
merupakan garda kedepan dalam pengendalian dan pencegahan penyakit, selain itu
transportasi ternak juga harus mementingkan kesejahteraan hewan agar hewan
ternak selama pengangkutan tidak merasa stres ataupun tidak nyaman
DAFTAR
PUSTAKA
http://Bisakah Mewujudkan
Transportasi Ternak yang Berwawasan Kesejahteraan Hewan _ Livestockreview.html
htt[://RPA/Transportasi
Ternak Harus Perhitungkan Risiko Susut Berat Badan _ Livestockreview.html
Murtidjo, B. A. 2006. Pedoman
Beternak Ayam Broiler. Kanisius, Yogyakarta
Standar Nasional Indonesia. SNI 01-6160-1999.
semoga bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar