Rabu, 19 Maret 2014

karaantina ayam di RPA

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Rumah Pemotongan Ayam (RPA) sangatlah prospek karena menyangkut daging ayam yang sering dikonsumsi masyarakat kita dan tiap harinya pasti habis,berbeda dengan bisnis yang lain.Jaminan kualitas ayam yang dipotong dirumah pemotongan unggas jauh lebih baik kualitas aman,sehat,utuh dan halal.
Mengistirahatkan ternak sebelum disembelih ada 2 (dua) cara, yaitu dengan dipuasakan dan tanpa dipuasakan. Pemuasaan dilakukan agar (1) diperoleh bobot tubuh kosong (BTK), yaitu bobot tubuh yang telah dikurangi isi saluran pencernaan, saluran kencing dan empedu, (2) mempermudah proses penyembelihan terutama bagi ternak yang agresif atau liar (Soeparno, 1994). Sedangkan pengistirahatan ternak tanpa pemuasaan adalah agar (1) ternak tidak mengalami stres dan (2) ketika disembelih ternak mengeluarkan darah sebanyak mungkin karena lebih kuat meronta, mengejang atau berkontraksi sehingga darah yang dikeluarkan akan lebih sempurna (Soeparno, 1994).
Berkenaan dengan kesiapan ternak untuk siap disembelih maka beberapa hal perlu diperhatikan sebelum ternak disembelih. (1) Ternak harus diistirahatkan secukupnya dan tenang sesaat menjelang eksekusi, (2) ternak harus dihindarkan dari tekanan dan perlakuan menyakiti, dan (3) ternak harus dalam keadaan sehat. Ternak yang cukup istirahat dan tenang sebelum penyembelihan diharapkan akan mendapatkan kualitas karkas/daging bermutu tinggi dibandingkan dengan ternak yang sebelum penyembelihan dalam kondisi kelelahan dan mendapat tekanan (stres). Ternak yang kelelahan dan stres memiliki cadangan glikogen yang rendah sehingga berpengaruh pada proses pengeluaran darah, meronta, dan rigor mortis.
Lamanya waktu mengistirahatkan ternak berbeda-beda tergantung dari spesies, tipe ternak dan kondisi atau tingkat kelelahannya, misalnya dari perjalanan (pengakutan) menuju tempat pemotongan yang jauh, dan lain sebagainya. Namun demiian biasanya cukup antara 12 – 24 jam. Perlunya ternak diistirahatkan adalah agar (1) ternak tidak mengalami stres, (2) cukup tersedia cadangan energi sehingga proses rigormortis dapat berlangsung secara sempurna, dan (3) pada saat disembelih darah yang keluar sebanyak mungkin.

Salah satu tempat permintaan daging ayam broiler adalah rumah potong ayam (RPA). Peningkatan frekuensi maupun kuantitas permintaanayam hidup maupun berbentuk karkastermasuk salah satunya perdagangan ayam ras terus terjadi pada era perdagangan global.
 Keadaan tersebut berdampak pada tingginya risiko masuk terbawa dan tersebarnya hama dan penyakit ternak ke karantina dari suatu wilayah ke wilayah lain, termasuk karantina di rumah potong ayam, sehingga menuntut kesiapan fungsi Karantina ternak yang ada di RPA yang merupakan garda terdepan dalam pencegahan dan penolakan penyakit. Selain risiko atas penyakit yang mungkin masuk ke RPA, maka perlu diperhatikan juga pengawasan terhadap ternak yang masuk ke RPA, dimana hal ini berkaitan dengan jaminan terjaganya kualitas kesehatan ternak dalam rangka menjamin kepercayaan konsumen terhadap karkas yang dihasilkan dari rumah pemotongan ayam tersebut.
Hal penting lain yang perlu dilakukan sebelum ternak disembelih adalah melakukan pemeriksaan ternak (pemeriksaan antemortem). Menururt Soeparno (1994) bahwa pemeriksaan antemortem dimaksudkan (1) untuk mengetahui ternak yang cidera sehingga diprioritaskan untuk disembelih terlebih dahulu dan (2) untuk mengetahui ternak-ternak yang sakit sehingga disembelih secara terpisah.
Pemeriksaan ante-mortem ini sangat penting dilakukan karena merupakan salah satu proses pencegahan penyakit terhadap konsumen. Dalam hal ini "pemeriksa" harus memiliki pengetahuan mengenai kesehatan masyarakat dan juga cukup berpengalaman dalam menangani ternak-ternak yang akan dipotong.

Saat ini proses karantina ternak yang berada di sebuah RPA banyak yang tidak mementingkan kesejahteraan hewan. Kesejahteraan hewan merupakan usaha yang dilakukan manusia untuk memeliharahewan ternak yang meliputikelestarian hidupnya disertai dengan perlindungan yang wajar.Adanya isu yang mengenai kesejahteraan hewan ternak khususnya ayam potong merupakan salah satu hambatan dalam proses perdagangan bebas yang berada di pasaran. Isu tersebut seperti banyaknya pengiriman hewan ternak yang tidak dilakukan dengan prinsip kesrawan, merupakan hal yang memberikan banyak keburukan bagi hewan ternak, bahkan lebih jauh lagi berdampak dalam keberlanjutan usaha bagi industri peternakan sebagai akibat dari kehilangan atau kerugian dari produksi ternak tersebut.
Untuk itu peran karantina di sebuah RPA yaitu tempat dimana untuk mencegah masuknya dan tersebarnya hama dan penyakit atau organisme pengganggu dari luar wilayah yang tempat pemotongan ayam tersebut. Sebelum ternak ayam dipotong, karantina berperan dalam memeriksa kondisi ayam yang akan dipotong. Pemeriksaan tersebut seperti pemeriksaan antemortem dimana Pemeriksaan ante mortem adalah pemerikssaan yang dilakukan sebelum hewan dipotong. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah membedakan hewan yang berpenyakit menular, hewan yang berpenyakit tapi tidak menular maupun hewan yang sehat.
Pemeriksaan ini juga diharapkan dapat mengetahui ada atau tidaknya gejala abnormal pada hewan yang akan disembelih tersebut, memberikan kesempatan kepada hewan untuk beristirahat sehingga dapat memberikan kualitas daging yang lebih baik, mencegah kemungkinan terkontaminasinya daerah pemotongan, kontaminasi peralatan, personal, asal hewan sakit dan sebagai informasi bagi keperluan pemeriksaan selanjutnya, diagnosa serta pengambilan keputusan terhadap karkas yang akan diamati dan diperiksa oleh petugas yang berwenang di RPA tersebut. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah mengidentifikasi dan menyingkirkan pemotongan ternak-ternak yang terkontaminasi/terserang penyakit terutama penyakit yang dapat menulari manusia yang mengkonsumsinya.
Selain itu masalah ternak selama proses transportasi mempengaruhi penyusutan bobot badan ternak ayam sebelum sampai ke RPA. Semakin lama ternak  ayam  berada di jalanan selama proses distribusi, hampir pasti makin banyak pula risiko yang ditanggung, termasuk penyusutan bobot.Mengirimkan ternak ayam dari daerah tidak sama dengan mendistribusikan barang konsumsi. Hal ini disebabkan ada risiko-risiko alam yang tidak bisa diprediksi. Seperti ayam stres atau mati. Walaupun di tiap titip daerah ada semacam karantina untuk memastikan kesehatan ternak, tetap saja risiko itu tak bisa hilang seratus persen. Penyusutan bobot badan selama transportasi diakibatkan oleh : Hal ini dapat terjadi karena ayam mengeluarkan kotorannya selama perjalanan dan susutnya air tubuh melalui penguapan sebagai akibat suhu lingkungan yang panas. Oleh karena itu apabila waktu pengangkutan ayam merasa kepanasan dan stres, sebaiknya diberi percikan air untuk mengurangi cekaman panas. Kematian ternak selama transportasi, umumnya terjadi karena crates atau keramba ayam diisi terlalu padat, kondisi ayam yang kurang sehat,kepanasan waktu transportasi, penanganan yang kurang baik waktu perjalanan
Selain itu masalah yang ditimbulkan yaitu adanya kerusakan bagian-bagian tubuh. Persentase kerusakan bagian tubuh yang paling besar yaitu waktu terjadi transportasi yang kurang hati-hati. Kerusakan bagian tubuh secara keseluruhan biasanya sekitar 9 – 12% untuk sekali pengangkutan. Pada saat menyekat ruangan kandang sebaiknya disesuai dengan jumlah ayam yang akan ditangkap atau dipanen. Sebagai contoh: apabila dalam satu kandang kapasitas ayamnya sebanyak 5.000 ekor dan yang akan ditangkap atau dijual hanya 1.000 ekor, maka dalam memasang kawat atau pagar penyekat hanya untuk ayam 1.000 ekor saja. Hal ini bertujuan untuk menghindari agar ayam tidak merasa stres selama di transportasi maupun di karantina.



BAB III
KESIMPULAN
Hal yang perlu diperhatikan sebelum ternak disembelih. (1) Ternak harus diistirahatkan secukupnya dan tenang sesaat menjelang eksekusi, (2) ternak harus dihindarkan dari tekanan dan perlakuan menyakiti, dan (3) ternak harus dalam keadaan sehat. Perlunya ternak diistirahatkan adalah agar (1) ternak tidak mengalami stres, (2) cukup tersedia cadangan energi sehingga proses rigormortis dapat berlangsung secara sempurna, dan (3) pada saat disembelih darah yang keluar sebanyak mungkin.
Karantina di rumah potong ayam sangat perlu dilakukan karena merupakan garda kedepan dalam pengendalian dan pencegahan penyakit, selain itu transportasi ternak juga harus mementingkan kesejahteraan hewan agar hewan ternak selama pengangkutan tidak merasa stres ataupun tidak nyaman

DAFTAR PUSTAKA
http://Bisakah Mewujudkan Transportasi Ternak yang Berwawasan Kesejahteraan Hewan  _ Livestockreview.html
htt[://RPA/Transportasi Ternak Harus Perhitungkan Risiko Susut Berat Badan _ Livestockreview.html
Murtidjo, B. A. 2006. Pedoman Beternak Ayam Broiler. Kanisius, Yogyakarta
Standar Nasional Indonesia. SNI 01-6160-1999.



 semoga bermanfaat 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar