Jumat, 28 Maret 2014



Laporan Identifikasi Alat Mesin Pakan
Tujuan :
v  Agar mahasiswa dapat mengetahui / memahami alat alat dalam pembuatan pakan dan bagaimana cara kerja mesin tersebut
Pembahasan :
1)      A. Mesin mixer vertikal dari besi
Mesin mixer vertikal yang berfungsi untuk mencampur antara bahan dari pembuatan pakan ternak dan campuran yang dibutuhkan untuk pembuatan pakan ternak.  Dengan cara kerja yaitu bahan pakan ternak yang telah selesai proses penggilingan, dimasukkan pada bagian wadah di bawah mesin, lalu hopper akan mendorong hasil gilingan ke atas, dan akan dicampur dengan bahan lain di dalam tabung.
Description: F:\Camera\20140311_093018.jpg
Kapasitas 100 kg/proses
  • Tipe Mesin : MIPO-100 
  • Kapasitas : 100 kg/proses
  • Power : 0.75 HP/ 600 watt, 220 V
  • Bahan : Mild steel (plat besi)
Kapasitas 500 kg/proses
  • Tipe Mesin : MIPO-500 
  • Kapasitas : 500 kg/proses
  • Power : 3 HP/ 2200 watt, 380 V, 3 Phase
  • Bahan : Mild steel (plat besi)
Kapasitas 1000 kg/proses
  • Tipe Mesin : MIPO-1000 
  • Dimensi : 150x150x400 cm
  • Penggerak : elektromotor 5.5 HP/3ph/380 V
  • Bahan : plat mild steel 10 mm
  • System input : system curah
  • Lubang input : 1 - 3 lubang (menyesuaikan)
B. mesin mixer vertikal dari stainless steel
Description: C:\Users\axioo\Videos\mesin-mixer-powder-vertikal-adonan-kering.jpg
Kapasitas 100 kg/proses
  • Tipe Mesin : MIPO-SS100 
  • Kapasitas : 100 kg/proses
  • Power : 0.75 HP/ 600 watt, 220 V
  • Bahan : Mild steel (plat besi)
Kapasitas 500 kg/proses
  • Tipe Mesin : MIPO-SS500 
  • Kapasitas : 500 kg/proses
  • Power : 3 HP/ 2200 watt, 380 V, 3 Phase
  • Bahan : Mild steel (plat besi)
Kapasitas 1000 kg/proses
  • Tipe Mesin : MIPO-SS1000 
  • Dimensi : 150x150x400 cm
  • Penggerak : elektromotor 5.5 HP/3ph/380 V
  • Bahan : plat mild steel 10 mm
  • System input : system curah
  • Lubang input : 1 - 3 lubang (menyesuaikan)
Kelebihan dan kekurangan mixer vertikal
  • Kelebihan Mixer Vertikal
ü  Kapasitas pencampuran fleksibel
ü  Memerlukan daya lebih kecil
ü  Investasi lebih kecil 
  • Kelemahan Mixer  Vertikal
ü  Waktu pencampuran lama
ü  Waktu pengisian lama
ü  Waktu pengosongan lama   
2)             Mesin mixer horizontal
Mesin mixer horizontal atau mesin pencampur bahan pakan yang berfungsi untuk pencampuran bahan pakan ternak dengan sistem pencampuran bahan berbentuk horizontal. Sistem pencampuran sama dengan mesin mixer vertikal hanya saja beda untuk cara kerja dari mesin.
Volume: 2000 liter atau setara dengan 2 ton
Description: F:\Camera\20140311_092928.jpg

Kelebihan dan kekurangan mesin mixer horizontal
ü  Kelebihan mixer horizontal
ü  Mixing time relatif lebih singkat
ü  Waktu Pengisian relatif cepat
ü  Waktu pengosongan relatif cepat
ü  Memungkinkan mencampur bahan pakan  cair  

ü  Kekurangan mixer horizontal

ü  Menempati ruangan yang lebih besar
ü  Investasi lebih besar
ü  Kapasitas pencampuran kurang   
ü  fleksibel  (minimum  80% dari kapasitas)

3)  mesin pelleting
Mesin pencetak pakan ternak dengan fungsi memadatkan , menekan , dan juga membentuk campuran bahan setelah hasil olahan dari mixer pakan ternak, menjadi pakan ternak berbentuk potongan kecil kecil. Sangat cocok diaplikasikan untuk produksi pakan ayam, pakan ikan, dan pakan burung.
Description: IMG_0019
4)  Timbangan
Timbangan untuk mengetahui berapa bahan pakan yang akan digunakan dalam proses pembuatan pakan
Kapasitas : Kemungkinan berat terbesar pada skala /Berat terbesar yang dapat ditimbang dengan timbangan tersebut
Sensitivity : Jumlah berat terkecil yang dikehendaki untuk merubah keterbacaan skala
Accuracy: Penyimpangan maksimum dari berat nyata
Graduasi:  Pembagian skala untuk membaca berat hasil
Description: F:\Camera\20140311_100059.jpg 

5)  Bagging
o   Daya membungkus : Angkut, simpan, pengeenalan kpd konsumen,  penyusunan, perhitungan, memberi bentuk
o   Daya melindungi : dari hujan, panas, hama, pencurian
o   Daya tarik untuk konsumen
o   Persyaratan ekonomis
Description: F:\Camera\20140311_100259.jpg
v  Syarat kemasan
ü  Tidak mudah menyerap air
ü  Rapat dan kuat, mengurangi penyerapan uap air, menghindari penguapan kandungan pakan
ü  Tidak berbau/tidak menyerap bau dari lingkungan sekitar
ü  Tidak tembus cahaya
ü  Tahan thd kerusakan mekanik
ü  Tidak mudah ditumbuhi jamur
ü  Tidak bereaksi dengan pakan yang dikemas










grinding




LAPORAN PRAKTIKUM
Grinding






KAMARIA BUTON
C41111090
Manajemen Bisnis Unggas




POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2014


PROSES GRINDING BAHAN PAKAN (JAGUNG DAN GAPLEK)
TERNAK UNGGAS

Tujuan :
Ø Mengetahui cara menggiling jagung dan gaplek dengan menggunakan mesin discmill,
Ø Mengetahui waktu yang dibutuhkan dalam menggiling jagung, dan gaplek
Ø Mengetahui berat susut gablek setelah dilakukan penggilingan
Alat dan bahan :
v  Alat
Ø  Alat tulis dan kertas
Ø  Masker
Ø  1 unit mesin dicsmill
Ø  1 unit timbangan
Ø  1 buah serokan
Ø  1 unit stop wacth

v  Bahan
Ø  51 kg jagung
Ø  16 kg gaplek
Pembahasan :
1.      Proses penggiilingan Jagung
Ø  Pengertian pakan jagung
Bagi sebagian besar peternak di Indonesia jagung merupakan salah satu bahan campuran pakan ternak. Bahkan dibeberapa pedesaan jagung digunakan sebagai bahan pakan utama. Biasanya jagung dicampur dengan bahan-bahan lainnya seperti dedak, shorgun, hijauan, dan tepung ikan. Pakan berbahan jagung umumnya diberikan pada ternak ayam,itik dan puyuh.
Ø  Pengamatan jagung sebelum dilakukan penggilingan
-          Kualitas sedang
-          Kotor
-          Berjamur
-          berkutu
-           
Description: E:\semester 6\praktek manajemen pakan\alat\1903001_633297823405444_1380296595_n.jpg
gambar 1.jagung sebelum digiling
Ø  Proses penimbangan jagung sebelum digiling
Dalam proses penimbangan jagung sebelum digiling bertujuan agar dapat  mengetahui berapa kg bahan pakan yang akan digiling
Hasil penimbangan dari jagung yaitu sebanyak 51 kg
Description: E:\semester 6\praktek manajemen pakan\alat\1377355_633297913405435_106345992_n (1).jpg
Gamabar 2. Penimbangan jagung
Ø  Proses pengilingan
Penggilingan menggunakan mesin disc mill, dan menggunakan saringan 5 mili agar pakan yang dihasilkan tidak terlalu halus. Lama penggilingan 3 menit 29 deetik. Sebelum dilakukan pemasukan bahan didalam disc mill, mesin harus dalam keadaan hidup terlebih dahulu.
Description: E:\semester 6\praktek manajemen pakan\alat\1970719_633297720072121_48928590_n.jpgDescription: E:\semester 6\praktek manajemen pakan\alat\1467413_633297740072119_1036397552_n.jpg
Gambar 3. Saringan 5 mili dan jagung yang sudah di giling
Ø  Proses penimbangan setelah penggilingan
Setelah digiling bahan tersebut dilkukan penimbang untuk mengetahui berapa banyak penyusutan dalam penggilingan. penyusutan dalam pengilingan dengan berat awal 51 kg pada selesai penggilingan pakan tinggal 50kg berarti penyusutan jagung sebesar 1 kg. dengan kadar air jagung 12-14 .
Description: E:\semester 6\praktek manajemen pakan\alat\1972358_633297863405440_897503823_n.jpgDescription: E:\semester 6\praktek manajemen pakan\alat\1974995_633297910072102_1613626194_n.jpg
Gambar 4. Hasil penggilingan jagung
2.      Proses penggilingan gaplek

Gaplek adalah bahan makanan yang diolah dari umbi ketela pohon atau singkong. Gaplek juga dapat digunakan dalam pembuatan pakan walaupun jarang digunakan dalam penyusunan pakan ternak unggas karena kadar protein kasarnya rendah dan karena adanya HSN yang sifatnya beracun. Bila digunakan dalam pembuatan pellet unggas onggok digunakan sebagai campuran untuk perekat.

Dalam praktikum gaplek digiling dengan mesin Discmill dengan merk FC 45 10 Pk dengan motor penggerak 380 volt/660 volt dan kekuatan arus 21 Amper. Saringan Disc yang digunakan yaitu sama 5 mm. Waktu yang digunakan dalam penggilingan gaplek dengan mesin yang sama yaitu 1 menit 30 detik karena tekstur gaplek yang seperti crispiy sehingga lebih cepat dalam penggilingan. Berat awal sebelum penggilingan gaplek ditimbang dengan berat 16 Kg setelah digiling menjadi 15,5 Kg sehingga mengalami penyusutan 0,5 Kg. Hal ini kemungkinan dikarenakan karena tercecernya bahan pakan sebelum atau sesudah proses penggilingan.


Gambar 5. Proses penggilingan gaplek
Kesimpulan :
Ø  Berat dan bentuk dari bahan pakan yang digiling dapat mempengaruhi waktu yang dibutuhkan untuk menggiling jagung dan gaplek menjadi tepung
Ø  Berat penyusutan pada jagung dan gaplek berbeda