Jumat, 28 Maret 2014

grinding




LAPORAN PRAKTIKUM
Grinding






KAMARIA BUTON
C41111090
Manajemen Bisnis Unggas




POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2014


PROSES GRINDING BAHAN PAKAN (JAGUNG DAN GAPLEK)
TERNAK UNGGAS

Tujuan :
Ø Mengetahui cara menggiling jagung dan gaplek dengan menggunakan mesin discmill,
Ø Mengetahui waktu yang dibutuhkan dalam menggiling jagung, dan gaplek
Ø Mengetahui berat susut gablek setelah dilakukan penggilingan
Alat dan bahan :
v  Alat
Ø  Alat tulis dan kertas
Ø  Masker
Ø  1 unit mesin dicsmill
Ø  1 unit timbangan
Ø  1 buah serokan
Ø  1 unit stop wacth

v  Bahan
Ø  51 kg jagung
Ø  16 kg gaplek
Pembahasan :
1.      Proses penggiilingan Jagung
Ø  Pengertian pakan jagung
Bagi sebagian besar peternak di Indonesia jagung merupakan salah satu bahan campuran pakan ternak. Bahkan dibeberapa pedesaan jagung digunakan sebagai bahan pakan utama. Biasanya jagung dicampur dengan bahan-bahan lainnya seperti dedak, shorgun, hijauan, dan tepung ikan. Pakan berbahan jagung umumnya diberikan pada ternak ayam,itik dan puyuh.
Ø  Pengamatan jagung sebelum dilakukan penggilingan
-          Kualitas sedang
-          Kotor
-          Berjamur
-          berkutu
-           
Description: E:\semester 6\praktek manajemen pakan\alat\1903001_633297823405444_1380296595_n.jpg
gambar 1.jagung sebelum digiling
Ø  Proses penimbangan jagung sebelum digiling
Dalam proses penimbangan jagung sebelum digiling bertujuan agar dapat  mengetahui berapa kg bahan pakan yang akan digiling
Hasil penimbangan dari jagung yaitu sebanyak 51 kg
Description: E:\semester 6\praktek manajemen pakan\alat\1377355_633297913405435_106345992_n (1).jpg
Gamabar 2. Penimbangan jagung
Ø  Proses pengilingan
Penggilingan menggunakan mesin disc mill, dan menggunakan saringan 5 mili agar pakan yang dihasilkan tidak terlalu halus. Lama penggilingan 3 menit 29 deetik. Sebelum dilakukan pemasukan bahan didalam disc mill, mesin harus dalam keadaan hidup terlebih dahulu.
Description: E:\semester 6\praktek manajemen pakan\alat\1970719_633297720072121_48928590_n.jpgDescription: E:\semester 6\praktek manajemen pakan\alat\1467413_633297740072119_1036397552_n.jpg
Gambar 3. Saringan 5 mili dan jagung yang sudah di giling
Ø  Proses penimbangan setelah penggilingan
Setelah digiling bahan tersebut dilkukan penimbang untuk mengetahui berapa banyak penyusutan dalam penggilingan. penyusutan dalam pengilingan dengan berat awal 51 kg pada selesai penggilingan pakan tinggal 50kg berarti penyusutan jagung sebesar 1 kg. dengan kadar air jagung 12-14 .
Description: E:\semester 6\praktek manajemen pakan\alat\1972358_633297863405440_897503823_n.jpgDescription: E:\semester 6\praktek manajemen pakan\alat\1974995_633297910072102_1613626194_n.jpg
Gambar 4. Hasil penggilingan jagung
2.      Proses penggilingan gaplek

Gaplek adalah bahan makanan yang diolah dari umbi ketela pohon atau singkong. Gaplek juga dapat digunakan dalam pembuatan pakan walaupun jarang digunakan dalam penyusunan pakan ternak unggas karena kadar protein kasarnya rendah dan karena adanya HSN yang sifatnya beracun. Bila digunakan dalam pembuatan pellet unggas onggok digunakan sebagai campuran untuk perekat.

Dalam praktikum gaplek digiling dengan mesin Discmill dengan merk FC 45 10 Pk dengan motor penggerak 380 volt/660 volt dan kekuatan arus 21 Amper. Saringan Disc yang digunakan yaitu sama 5 mm. Waktu yang digunakan dalam penggilingan gaplek dengan mesin yang sama yaitu 1 menit 30 detik karena tekstur gaplek yang seperti crispiy sehingga lebih cepat dalam penggilingan. Berat awal sebelum penggilingan gaplek ditimbang dengan berat 16 Kg setelah digiling menjadi 15,5 Kg sehingga mengalami penyusutan 0,5 Kg. Hal ini kemungkinan dikarenakan karena tercecernya bahan pakan sebelum atau sesudah proses penggilingan.


Gambar 5. Proses penggilingan gaplek
Kesimpulan :
Ø  Berat dan bentuk dari bahan pakan yang digiling dapat mempengaruhi waktu yang dibutuhkan untuk menggiling jagung dan gaplek menjadi tepung
Ø  Berat penyusutan pada jagung dan gaplek berbeda











Tidak ada komentar:

Posting Komentar